Daftar Alat Fisioterapi Dalam Katalog

Berikut ini adalah daftar alat fisioterapi yang dijual di Physiostore Indonesia  yang telah disusun dengan klasifikasi sistematis untuk memudahkan pembeli.

Dalam menyediakan piranti kebutuhan praktik fisioterapi di tanah air , Physiostore Indonesia berkomitmen untuk senantiasa memberikan penyesuaian dan pembaharuan jenis-jenis alat fisioterapi sesuai dengan perkembangan profesi dan pelayanan fisioterapi yang terus berubah dari waktu ke waktu. Dalam artikel ini kami akan memberikan gambaran umum daftar alat fisioterapi yang kami jual di toko kami dengan sajian lebih sistematis.

Harapan kami para pengunjung, terutama para pemilik fasilitas layanan kesehatan dengan latar belakang non fisioterapi dapat lebih mudah memetakan kebutuhan klinis dan lebih cepat dalam mengeksplorasi berbagai jenis alat fisioterapi di dalam situs ini.

Catatan :
  • Daftar alat fisioterapi di halaman ini adalah gambaran umum dan bisa berubah sewaktu-waktu baik jenis maupun skemanya, oleh karena itu informasi dalam halaman ini akan selalu kami update. ( Halaman ini diupdate pada : Juni 2018 )
  • Jika ada pertanyaan yang belum terjawab silakan menghubungi kami di 081-21-671-831 melalui telepon, SMS atau WhatsApp. 
Skema pembagian alat fisioterapi yang akan kami sajikan nanti disusun  berdasarkan klasifikasi modalitas fisioterapi yang sudah dikenal oleh setiap fisioterapis. Selain itu kami juga berusaha mencantumkan similar term (padanan istilah / kata) dan bahasa pasar. Misalkan pada alat ultrasound, beberapa fisioterapi menyebut ultrasound dengan ‘US’ , ada pula yang menyebutnya dengan ‘USD’. Dalam beberapa kasus hal-hal seperti ini cukup membingungkan panitia pengadaan barang dan menimbulkan miskomunikasi, terutama bila panitia tidak berlatar belakang fisioterapi.

Berikut ini kami sajikan daftar alat fisioterapi di Physiostore Indonesia beserta informasi singkat:

1. Lampu Infrared / Infra merah

Lampu infrared atau lampu infra merah (beberapa fisioterapis menyebutnya dengan IR atau IRR) merupakan alat fisioterapi paling populer di Indonesia. Semua fasilitas layanan fisioterapi baik di klinik, puskesmas atau rumah sakit hampir dipastikan ada lampu infrared di sana. Dalam praktik fisioterapi lampu infra red merupakan salah satu dari agen thermal superfisial, yaitu suatu alat yang menghasilkan panas untuk memanaskan jaringan tubuh dengan penetrasi beberapa mili di bawah permukaan kulit (tidak bisa menjangkau jaringan tubuh yang lebih dalam). Lampu infrared lebih dikenal di Indonesia, sedangkan dalam beberapa literatur negara-negara barat banyak menggunakan hotpack atau kompres panas sebagai agen thermal superficial.

Dalam katalog kami, lampu infrared dibagi menjadi :
  1. Lampu infrared portabel / duduk ; banyak digunakan untuk home visit atau biasa diresepkan pasien.
  2. Lampu infrared standing ; lampu infrared standing terbagi menjadi lampu infrared standing  1 lampu, lampu infrared 3 lampu dan lampu infrared 6 lampu. 

2. Electrical Stimulation

Electrical Stimulaion merupakan modalitas fisioterapi yang menggunakan gelombang listrik untuk dialirkan ke dalam jaringan tubuh. Tujuan dari penggunaan electrical stimulation antara lain untuk mengurangi nyeri (pain release) dan menstimulasi gerakan otot (muscle stimulation).  Dalam kategori Electrical Stimulation ini kami membaginya menjadi: TENS(Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation), ES(Electrical Stimulation), Electro Accupuntur(Stimulator akupuntur).

Sebenarnya dalam literatur TENS dikenal sebagai salah satu jenis gelombang elektro terapi, namun, untuk menyesuaikan dengan bahasa pasar kami membaginya secara sederhana
  1. TENS ; untuk pain modulation pada kasus-kasus nyeri
  2. ES ; untuk menstimulasi motorik otot yang mengalami kelemahan
  3. Electro Accupunctur ; alat eletrical stimulation untuk menstimulasi titik akupuntur, namun bisa pula digunakan untuk tujuan pain modulation selayaknya TENS

2.a. TENS ( Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation )

TENS digunakan pada kasus-kasus nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri pinggang, nyeri leher, atau kasus-kasus cedera akut lain seperti paska cedera atau paska operasi.
  1. TENS Portabel ; biasanya bertenaga battery. Dengan harga cukup murah, alat fisioterapi TENS portabel banyak diminati fisiotrapis pemula. Beberapa fisioterapis juga meresepkan alat ini untuk pasien mereka, untuk terapi mandiri.
  2. TENS Standar; digunakan di klinik dan rumah sakit dengan banyak variasi jenis gelombang listrik.

2.b. ES (Electrical Stimulation)

ES digunakan pada kondisi kelemahan otot pasca cedera otot atau syaraf, seperti Bell’s Palsy, Erb’s Palsy termasuk kasus pada sususnan syaraf pusat seperti stroke, cedera otak dan cedera tulang belakang. Di toko kami ES dibagi menjadi :
  1. ES portabel ; dikenal juga dengan NMES / NMS portabel. Sebagaimana TENS portabel, alat ini banyak dicari oleh fisioterapis pemula dan kerap diresepkan untuk pasien.
  2. ES standar ; umumnya sebuah unit elektroterapi standar sudah terdapat gelombang TENS(untuk pereda nyeri) dan ES(untuk stimulasi otot) - termasuk gelombang faradic dan galvanic.

2.c. Electro Accupunctur

Electro Accupunctur merupakan alat yang digunakan untuk stimulasi titik-titik akupuntur sesuai dengan filosofi pengobatan China. Gelombang listrik pada electro accupunctur yang sama dengan gelombang TENS menjadikan Electro Accupuctur banyak digunakan sebagai alternatif alat fisioterapi untuk mengatasi nyeri. Pertimbangan lain menggunakan alat ini karena dibandingkan dengan TENS standar harga alat electro accupunctur jauh lebih murah.

3. Diathermy

Diathermy merupakan alat fisioterapi yang memancarkan gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mengasilkan efek terapi di daam jaringan tubuh. Sebagaimana namanya ( diathermy = panas dalam ) , diathermy biasanya digunakan untuk meningkatkan suhu jaringan tubuh, meningkatkan ekstensibilitas jaringan dan meningkatkan sirkulasi. Namun riset terkini di bidang fisioterapi, terutama di bidang electrophysical agents ( EPAs ) lebih banyak membahas efek non thermal diathermy.
Dalam praktik fisioterapi terdapat dua jenis diathermy, yaitu :
  1. SWD (Shortwave Diathermy)
  2. MWD (Microwave Diathermy)
Diathermy merupakan jenis alat fisioterapi yang tergolong mahal ( investasi tinggi ), namun dengan adanya SWD keluaran Tiongkok, fisioterapis Indonesia bisa memiliki diathermy dengan harga lebih murah. Sayangnya SWD keluaran Tiongkok saat ini agak sulit ditemukan di pasaran.

4. Ultrasound ( US / USD )

Ultrasound merupakan alat fisioterapi yang bersumber dari energi suara ultrasonic. Dalam apliksinya ultrasound dimasukkan ke dalam jaringan tubuh melalui head ultrasound melalui permukaan kulit dengan perantara gel. Gelombang ultrasound dapat menjangkau otot, tendon, dan sendi. Gelombang suara ultrasound dalam aplikasi klinis memilki efek fisiologis dan efek thermal (dapat meningkatkan suhu jaringan).

Ultrasound sering disebut dengan sebutan alat fisoterapi US (ultrasound) atau alat fisioterapi USD (ultrasound diathermy). Kami menjual dua jenis ultrasound :
  1. Ultrasound standar ( digunakan dalam praktik fisioterapi untuk kondisi musculoskeletal )
  2. Ultrasound untuk salon kecantikan ( dengan gelombang yang lebih rendah, digunakan di salon-salon kecantikan atau biasa dinamakan dengan alat setrika wajah )

5. Traksi / Traction

Traksi digunakan di klinik fisioterapi untuk mengulur tulang belakang bagian lumbal (pinggang) atau leher (cervical) , oleh karena itu dikenal adanya traksi lumbal dan traksi cervical. Traksi berbentuk seperti bed dan sling untuk menarik bagian pinggang atau leher menggunakan mesin bertenaga listrik. Meski efektifitas traksi kini banyak diperdebatkan oleh para ahli, namun masih banyak digunakan di berbagai rumah sakit dan klinik fisioterapi.

Traksi biasanya dijual komplit : bed traksi (bed khusus traksi) sekaligus mesin traksi, namun beberapa pelanggan membelinya secara terpisah untuk tujuan efektiftas dana. Perlu Anda tau, bed traksi buatan dalam negeri jauh lebih murah dibandingkan dengan bed traksi buatan Eropa atau Amerika. Namun untuk mesin traksi nampaknya saat ini belum ada pabrik alat kesehatan dalam negeri yang memproduksinya.

Kami menyediakan keleluasaan bagi Anda untuk memilih :
  1. Unit traksi lengkap ; terdiri dari bed traksi dan mesin traksi
  2. Bed traksi ; bed traksi local maupun import
  3. Mesin traksi 

6. Parafin Bath

Parafin bath digunakan sejak lama oleh fsioterapis, terutama untuk kasus OA atau RA pada jari-jari tangan. Terapi dilakukan dengan mencelupkan tangan ke dalam cairan lilin paraffin di dalam bath / bak pemanas atau bisa pula dengan menguaskan cairan lilin ke bagian tubuh apabila yang ditreatment areanya luas. Jika Anda memerlukan bath pemanas atau lilin paraffin, silakan menghubungi kami.

7. Bed Therapy / Tempat Tidur Terapi

Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan praktik fisioterapi, peran bed layak kiranya untuk diperhatikan. Dalam beberapa treatment fisioterapis memerlukan posisi dan gerakan-gerakan tertentu. Dengan bed yang baik maka ergonomi akan terjamin, sehingga memudahkan fisioterapis untuk melakukan treatment dan pasien juga lebih nyaman. Bed therapy didesain sedemikian rupa hingga bisa desesuaikan tinggi rendahnya, dan ditekuk sessuai dengan kebutuhan posisi tubuh pasien saat treatment. Bed therapy biasanya menggunakan sumber daya listrik. Harga bed therapy tergolong mahal, namum dengan hadirnya bed therapy produksi dalam negeri fisioterapis dan fasilitas layanan kesehatan sangat terbantu untuk memili bed therapy dengan harga yang terjangkau.

Dalam daftar alat fisioterapi ini kami membagi bed therapy menjadi tiga, antara lain :
  1. Bobath Table ; digunakan fisioterapis untuk menangani kasus-kasus neurologi seperti stroke, cedera otak dan cedera tulang belakang. Bobath table sangat direkomendasikan untuk latihan – latihan neurology.
  2. Bed Manual Therapy ; di Indonesia manual terapi kini mulai berkembang pesat, bahkan mengungguli penggunaan alat-alat fisioterapi pasif. Bed manual therapy menjadi pilihan bagi fisioterapis manual.
  3. Tilting table ; Tilting table digunakan untuk melatih posisi antigravitasi bagi pasien-pasien yang immobilisasi lama. Mengenalkan posisi antigravitasi penting untuk memulai belajar beraktifitas.

8. Parallel Bare

Paralel bare merupakan, termasuk daftar alat fisioterapi dalam kategori alat fisioterapi gymnasium. Alat ini digunakan untuk latihan berjalan pada pasien dengan gangguan mobilitas dan kelainan pola jalan. Paralel bare berbentuk dua bar bar besi berjajar, biasanya dilapisi chrome stainlesteel. Ketinggian parallel bare bisa disesuaikan ( adjustable ) sesuai dengan tinggi badan pasien. Beberapa parallel bare dilengkapi dengan lantai berbahan kayu. Ada dua jenis parallel bare :
  1. Parallel bar dewasa ; digunakan untuk pasien dewasa
  2. Parallel bar anak-anak ; digunakan untuk pasien anak-anak

 9. Shoulder Wheel

Shoulder Wheel, sesuai namanya merupakan alat fisioterapi berbentuk roda (seperti kemudi kapal) yang ditempel di dinding untuk melatih gerakan bahu. Namun, saat ini bentuk shoulderwheel berkembang menjadi jauh lebih sederhana, banyak shoulderwheel yang berbentuk seperti tuas yang bisa disesauaikan panjang dan tingginya. Fisioterapis menggunakan shoulderwheel sebagai alat bantu untuk melatih sendi bahu yang mengalami kekakuan karena paska operasi atau penyakit bahu beku.


10. Overhead Pulley ( OHP )

OHP berbentuk seperti katrol atau kerekan sumur air yang dikaitkan di dinding. Seutas tali dengan handle di kedua ujungnya dikaitkan ke roda katrol untuk melatih bahu. Kedua tangan pasien memegang handle dan menariknya secara bergantian. Variasi penggunaan OHP bisa digunakan dengan beban atau tanpa beban.

11. Ball Gym

Ball Gym juga biasa disebut dengan Swiss Ball, Bola Senam , Bola Bobath atau Bola Pilates. Bola tersebut terbuat dari karet dengan diameter 55cm, 65cm hingga 75cm. Bola ini bisa digunakan untuk latihan keseimbangan dan stabilisasi postural pada pasien dengan kondisi musculoskeletal, cedera olah raga, atau kondisi neurologi termasuk stroke, parkinson atau cereberal palsy.